Bali Through My “Eyes”

Kuta_boulevard

Minggu lalu adalah kali kedua saya tetirah ke Bali. Pertama kali adalah pada saat saya SMA dulu bersama rombongan darmawisata, yang tentu saja kurang enjoy karena padatnya jadwal dan gegar-histeria yang ada pada saat itu. Sementara edisi kedua kali ini, berdua bersama istri saya, lebih longgar karena “nothing to
lose” dan tanpa itinerari yang padat. Hanya dua hari, jadi kita sepakat tidak akan banyak menjelajah pulau Dewata. Hanya di daerah Kuta dan Legian, sekaligus tempat kita menginap di salah satu hotel yang terletak di bulevar pantai Kuta.

Kunjungan kedua, dengan latar yang berbeda, tentu akan meng-capture pengalaman yang berbeda pula. Kali ini “mata” saya lebih terbuka menangkan realitas yang disuguhkan dan membandingkan dengan berbagai cerita yang berseliweran sejak kunjungan pertama dulu, termasuk kisah teror bom Bali. Bali memang genuine. Rekaman genus loci di Bali masih sangat kuat aura-nya, yang bahkan modernitas di daerah Kuta sekalipun tidak mampu menggusurnya.

Bali juga fotogenik. Di kunjungan kedua ini, “mata” kedua saya, berupa instrumen kamera, mudah menangkap unsur-unsur yang layak untuk diabadikan dalam sebuah frame gambar. Secara natural, bentang alam dan harmonisasi bangunan di Bali sangat mudah dijadikan komposisi bentuk, garis dan warna. Dinamika masyarakatnya membentuk sebuah ceruk momentum yang sayang dilewatkan. Gurat tekstur fisik dan non fisik dari pertemuan alam pertama dan kedua di objek wisata unggulan Indonesia tersebut menimbulkan atmosfer kontemplatif, yang turut mengundang ratusan seniman asing untuk mewujudkan ilham mereka di sana.

Bali adalah festive. Setiap langkah dan deru masyarakatnya merupakan perayaan kehidupan di sebuah makrokosmos yang tersembul dalam wujud pulau di sebelah timur Jawa tersebut. Langkah riang maupun penghayatan atas tradisi dan agama yang mengakar dari masyarakatnya menarik minat berjuta mata asing yang kagum pada irama-irama tersebut.

Bali memang indah. Kali berikutnya, tentu akan lebih banyak lagi nuansa yang harus ditangkap oleh mata dan “mata” saya.

More photos: View my primary blog or visit My Flickr

PS: Thanks a lot buat teh Rena dan Aa’ Ferry yang mau ngasih tumpangan nginep di Harris Hotel yang indah itu…hehehehe.


1 comment January 29th, 2008


Calendar

October 2009
M T W T F S S
« Dec    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
262728293031  

Categories

Archives

Tags

Recent Comments

Links