Into the Wild: Between Book and Movie
Di bukunya, Krakauer membangun narasi cerita secara deduktif, namun membuat pengambilan kesimpulan secara induktif. Kisah-kisah seperti hubungan McCandless dengan keluarganya, Wayne Westerberg, Ron Franz dan sebagainya adalah penggambaran mengenai jiwa dan arti McCandless. Sementara literatur yang dibacanya merupakan “landasan teori” bagi aksi nekadnya bertahan di Alaska. Sementara di film, Sean Penn mengadaptasinya menjadi cerita dramatis. Ada perbedaan perspektif dalam menempatkan McCandless. Krakauer memandang McCandless dari kacamata orang ketiga. Sementara di film, lakonnya adalah McCandless. Pertanyaannya, mengapa Penn masih mempertahankan narasi-narasi (saya anggap sebagai pandangan pihak ketiga), terutama dari Carine McCandless?
2 comments September 9th, 2008