Adakah yang Lebih Indah dari Maradona?
October 27, 2008

Sampai sekarang, rata-rata jawaban orang yang akan muncul ketika ditanya tentang gol terindah yang pernah dicetak pemain sepakbola adalah aksi individu Maradona menembus barikade Inggris di Piala Dunia 1986. Gol itu memang indah, menggambarkan skill dewa sang bocah emas. Namun sampai bertahun-tahun, rasanya memang sedikit bergeser menjadi kultus ketika proses itu masih bertengger di pemuncak deret gol terindah sepanjang masa. Mengapa?
Apakah tak ada yang lebih indah dari gol Maradona tersebut? Jika kita meluangkan waktu sedikit untuk browse ke YouTube, maka jawabnya adalah banyak! Beberapa gol jauh lebih fantastis ketimbang gol Maradona. Dalam kacamata saya, untuk pembanding gol dari aksi individu berupa slalom, sudah bisa disamai oleh Lio Messi, tahun lalu, dan juga puluhan pesepakbola lain. George Weah melakukannya. Ronaldo sering, di masa jayanya. Dan Zlatan Ibrahimovic, ketika masih berkostum Ajax juga pernah melakukan slalom yang lebih gila daripada gol Maradona.
Jika dipandang dari parade skill, maka kita harus turut memasukkan nama Matt Le Tissier, legenda Southampton yang acap menyelesaikan eksekusi gol dari cara yang tak bisa dipercaya. Sampai-sampai biografinya diberi judul “Unbelievable!” untuk menggambarkan kata yang sering diucapkan komentator selepas gol Le Tissier. Ada satu gol Le Tissier yang menggambarkan kehebatannya, ketika dirinya menerima bola dengan tumit, dan mendorongnya ke depan. Sebelum menjejak tanah, bola di-juggle, dan diangkat melewati bek yang menghadangnya. Setelah melewati bek, tendangan lob-nya mengelabui kiper lawan yang sudah terlanjur maju menyongsong Matt. Unbelievable indeed…
Selain kultus Maradona, ada pula kultus Van Basten. Gol yang paling sering dibicarakan, dan dianggap sebagai nomer dua di bawah gol Maradona adalah tendangan voli Basten ke gawang Soviet pada Euro 1988. Gol itu menggambarkan presisi, kontrol dan akurasi tendangan. Francesco Totti pernah mengkopi proses serupa di Italia. Dan tandingan gol Basten adalah yang diciptakan Zinedine Zidane ketika membobol gawang Bayer Leverkusen di final Liga Champions. Sama-sama tendangan voli yang spektakuler. Namun semuanya tidak dilakukan dengan posisi salto. Mencetak gol dengan salto adalah privilese khusus, yang hampir selalu menjadi penyelesai pertandingan di kartun Kapten Tsubasa.
Sebagai bangsa Indonesia, kita selalu berbangga menyaksikan aksi salto spektakuler dari Widodo C Putro di Piala Asia 1996. Tapi, ternyata kembaran gol Widodo bertebaran di Eropa. Peter Crouch, Eidur Gudjohnsen dan Mauro Bressan, yang notabene tidak tenar karena skill-nya juga pernah menciptakan gol-gol serupa. Aksi Rivaldo yang mengontrol bola dengan dada kemudian melakukan overhead kick yang berujung menjadi gol ke gawang Valencia masih menjadi salah satu aksi salto terbaik di dunia sepakbola.
Jika bisa ditambahkan, gol-gol yang berasal dari tendangan akurat juga bisa masuk ke kategori gol indah. Dari versi laju bola, Roberto Carlos mungkin jadi salah satu pemegang rekor. Dua di antaranya adalah yang diciptakan dari garis byline, dan satu lagi tendangan pisang ke gawang Fabien Barthez di Tournoi de France 1997. Sementara dari versi akurasi, lob dari tengah lapangan yang dilakukan David Beckham atau Xabi Alonso bisa menjadi acuan.
Ada banyak parameter untuk mengukur kadar keindahan gol. Namun mengapa gol Maradona begitu spesial? Apakah karena gol itu dicetak di ajang Piala Dunia dan melawan Inggris? Jika mengingat tahbisan “penyelamatan terbaik sepanjang masa” diukir oleh Gordon Banks yang menepis sundulan Pele, maka bisa jadi faktor itu yang berpengaruh. Jadi, bagi para pesepakbola yang ingin diingat sepanjang masa, cetaklah gol indah ke gawang tim nasional Inggris ketika nantinya bertemu di ajang Piala Dunia.
Namun rasanya, yang lebih pas, gol di gawang Inggris itu patut dikenang karena dicetak oleh pemain bernama Diego Armando Maradona. Sekedar catatan, dari aksi-aksi “gila” yang saya tulis di atas, semua pernah dilakukan oleh Maradona. Anda bisa browse ke YouTube dan melihat koleksi gol-gol Maradona. Mulai dari slalom, juggle, salto, dribel anjing laut, tendangan dari tengah lapangan, gol dari tendangan sudut, dan semua proses mustahil lainnya pernah digarap oleh sang legenda sepakbola dari Argentina tersebut untuk mewujudkan gol.
Jadi, gol Maradona ke gawang Inggris itu hanyalah semacam tetenger untuk mengingatkan kita pada standar gol indah dalam sepakbola yang semuanya di-setting oleh sang Pibe de Oro. By himself…
Entry Filed under: Sports. Tags: football, great goals, ibrahimovic, maradona, matt le tissier, rivaldo, roberto carlos, video link, zidane.
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Trackback this post | Subscribe to the comments via RSS Feed