“Buddies”, Eksebisi Ruang Kultur Seattle
June 10, 2007
Just got notified from my Google-News Update…
Bagi yang fasih dengan euforia "Seattle Sound" -beberapa orang menyebutnya: grunge-
tentu akan selalu terkenang dengan dua sosok yang turut "melambung"
bersama ruang kultural di awal 90-an tersebut. Yang pertama adalah
kartunis Peter Bagge, dimana kolom-kolom kartunnya banyak menghiasi majalah underground yang meliput perkembangan musik Seattle. Mulai dari zine fotokopi
sampai ke naiknya tiras kartun "Hate" di majalah dan surat kabar lokal
atau regional yang turut mematri namanya di jajaran pelaku kultural
Seattle awal 90-an. Kemudian yang kedua adalah Lance Mercer, fotografer asal Georgetown yang sangat familiar dengan area backstage band papan atas Seattle Sound terutama Pearl Jam.
23 Juni ini, keduanya akan membuka pameran bersama bertajuk "Buddies",
yang secara harafiah mencerminkan ikatan keduanya. "Buddy" juga
merupakan nama dari karakter kartun Bagge. Buddy mengalami puncak
popularitasnya ketika kartun-nya banyak menyoroti perilaku
musisi-musisi Seattle misalnya yang terkenal adalah sorotan tentang
kegemaran nereka, musisi Seattle, melakukan "kontrak ganda" dengan
label musik. Bagge juga memasukkan Buddy dalam video animasi sebagai
bonus dari DVD dokumenter "Hype" yang bercerita tentang eksploitasi dan
perkembangan industri musik di Seattle dari mid 80-an sampai surut-nya grunge di pertengahan 90-an.
Sementara itu, Lance Mercer juga baru saja merilis buku kumpulan foto-nya yang kedua bersama Pearl Jam, berjudul: 5×1 Pearl Jam Through the Eys of Lance Mercer.
Bersama Charles Peterson (sosok fotografer "legendaris" lain dari
Seattle), Mercer sebelumnya meluncurkan "Place/Date" yang juga
merupakan dokumentasi foto Pearl Jam.
Eksebisi kartun dan fotografi ini rencana diadakan di Fantagraphics
Bookstore and Galleries, 23 Juni mendatang. Tema yang diambil masih
melantunkan Seattle Sound dari perspektif Bagge dan Mercer memandang
ruang kultural yang pernah membesarkan nama mereka.
Kini tinggal mengapungkan angan, apakah mungkin eksebisi itu "ditarik" ke Indonesia? Tentu akan sangat menarik…
Related article: here!
Entry Filed under: Music. .
Leave a comment
Some HTML allowed:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>
Subscribe to the comments via RSS Feed