Hanya satu statemen sebetulnya, dan tidak pernah terulang lagi. Namun implikasinya parah, lantaran para “bandwagon” sebenarnya, yakni nyamuk pers, melihat hal itu sebagai eksploitasi untuk menciptakan karakter-karakter yang diperlukan dalam sebuah dramaturgi (dan dramatisasi) peristiwa. Media menciptakan euforia pertentangan protagonis dan antagonis dalam balut puritanisme bermusik. Polar Pearl Jam dan kutub Nirvana telah tercipta.
Continue Reading Tagged: grunge, nirvana, pearl jam, pearl jam vs nirvana, seattle October 19, 2009
Lantas, apa urgensi PJ.Id menyelenggarakan “Listening Party” untuk Backspacer? Kami beranggapan bahwa Backspacer sangat penting untuk dikampanyekan. Oke, kita akan simpan apresiasi musiknya untuk even Listening Party nantinya, di mana kalian bisa menyampaikan pendapat pribadi tentang Backspacer dalam sesi diskusi (selain live band membawakan lagu Backspacer dan pemutaran video eksklusif) yang juga diadakan dalam acara. Di sini, ada 10 hal kenapa kami menyambut Backspacer dengan antusias yang mungkin bisa membuat Anda sekalian tergerak untuk melangkahkan kaki ke acara Listening Party, atau yang juga kami harapkan, berbondong-bondong ke toko kaset untuk membeli kopi Backspacer untuk Anda sendiri!
Continue Reading Tagged: backspacer, listening party, new album, new release, pearl jam, pearl jam indonesia October 6, 2009
Ini sisa dari memori yang tertinggal setelah menonton penutupan Surabaya Rock Festival, di Balai Pemuda Jumat 28 November lalu. Berupa setlist lagu yang dimainkan oleh Roy Jeconiah (vokalis Boomerang), bersama band Shadow, serta duo Doddy Katamsi dan Totok Tewel (dua-duanya eks Elpamas). Ekspektasi saya sedikit mengena, karena lumayan banyak lagu classic rock yang “nyempil” dari setlist. Doddy dan Totok bahkan membawakan seluruhnya lagu-lagu dari Rush dan Led Zeppelin, dua band yang saya sangat sukai.
Continue Reading Tagged: boomerang, doddy katamsi, festival musik, led zeppelin, rock, roy jeconiah, rush, surabaya, totok tewel December 10, 2008
Di sela-sela siaran langsung pertandingan Piala AFF antara Indonesia melawan Myanmar.
Continue Reading Tagged: AFF Cup, ngupingsurabaya, random notes December 10, 2008
Kini, setelah lima tahun berselang, saya bisa (sedikit) meng-update cerita “Almost Famous” menjadi tiga bagian utama yang berkisah banyak tentang dunia musik di tahun 70-an. Kisah pertama adalah perjalanan William Miler (Patrick Fugit) sebagai jurnalis musik. Yang kedua, kehidupan dunia groupies yang melegenda saat itu, lewat petualangan Penny Lane. Dan yang terakhir adalah kehidupan di alam band tahun 70-an yang banyak tergambar melalui lika-liku band fiktif Stillwater.
Continue Reading Tagged: almost famous, cameron crowe, Film, movie, review, rock n roll movie, stillwater November 27, 2008
Jelang pergantian tahun seperti sekarang juga berarti antisipasi terhadap film-film yang akan masuk bursa Academy Awards. Untuk tahun ini, persebarannya cukup merata (artinya tidak menumpuk di akhir tahun) sehingga tidak cukup banyak lagi film tersisa produksi 2008 untuk dinanti. Tetapi, beberapa judul yang belum rilis ini harus digarisbawahi sebagai tontonan wajib.
Continue Reading Tagged: australia, baz luhrman, benjamin button, brad pitt, david fincher, gus van sant, kate winslet, leonardo di caprio, mickey rourke, milk, movie, nicole kidman, oscar, preview, revolutionary road, sam mendes, sean penn, the wrestler November 20, 2008
Komunitas Pearl Jam Indonesia (PJ.Id) menggelar polling “7 Frontman Terbaik”. Dengan mengesampingkan Eddie Vedder, hasilnya memang masih tak jauh dari lingkar musik mereka. Secara umum, kekuatan alternatif dan musik dekade 90-an masih menjadi acuan.
Continue Reading Tagged: alternative, axl rose, chris cornell, freddie mercury, grunge, james hetfield, kurt cobain, metal, mike patton, Music, rock, scott weiland, top 7 frontman, vocalist November 12, 2008
Previous Posts